TRIBUNNEWS.COM, MUARAENIM --- Terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mobil Pemadam Kebakaran (PBK) Kabupaten Muaraenim tahun anggaran 2013-2014 sekitar Rp 1,4 milyar lebih, tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Muaraenim melakukan penggeledahan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaraenim, Senin (20/4/2015).

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, penggeledahan tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Indra Abdi Perkasa SH bersama 10 penyidik kejaksaan lainnya, dari pukul 11.00 hingga pukul 15.00.


Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Muaraenim Adhyaksa Darma Yuliano SH didampingi Kasi Pidsus Indra Abdi Perkasa SH, bahwa penggeledahan tersebut dilakukan terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaraenim.

Adapun ruangan yang digeledah meliputi, ruang Kasi Rehab dan Konstruksi, ruang Sekretariat, ruang Bendahara, dan ruang Kepala Badan.

Dalam penggeledahan tersebut, tim berhasil mengumpulkan 50 item berupa dokumen dan beberapa barang seperti CPU komputer yang berkaitan dengan penetapan perkara.

Dikatakan Adhyaksa, penggeledahan tersebut dilakukan karena diduga ada potensi temuan perbuatan melawan hukum.

Namun, untuk mengetahui berapa besar kerugian negaranya masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP) Sumsel.

Untuk kasus ini, pihaknya telah menetapkan tersangka seorang PNS dengan inisial AR selaku PPK kegiatan tersebut. Atas perbuatan tersebut, tersangka AR sebagai PPK Pejabat Pembuat Komitmen akan di kenakan Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat 2 dan UU RI No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah UU No 20 tahun 2001. Subsidier pasal 3 jo pasal 18 ayat 2 dan UU RI No 31 tahun 1999.